(mencari artikel yang terkait dengan macam-macam jaringan komunikasi)
JARINGAN KOMUNIKASI
Jaringan komunikasi merupakan sebuah sistem yang mampu menghubungkan dan menggabungkan beberapa titik komunikasi menjadi satu kesatuan yang mampu berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.
macam-macam jaringan komunikasi :
1. ISDN (Interated Service Digital Network)
2. Telepon
3. Facsimile
4. Fiber Optic
5. Leased Line
6. Wireless
1. ISDN (Interated Service Digital Network)
Integrated Services Digital Network adalah layanan telekomunikasi pertama yang dirancang khusus untuk komunikasi datadigital.ISDN was designed to run over standard voice digital telephone systems already in place. ISDN dirancang untuk menjalankan lebih dari sistem suara telepon standar digital sudah di tempat.Consequently ISDN conforms to specifications found in the telecom's digital voice network. Akibatnya ISDN sesuai dengan spesifikasi yang ditemukan pada jaringan suara digital telekomunikasi.
Namun, begitu lama untuk ISDN menjadi standar yang tidak pernah
sepenuhnya dikerahkan di jaringan telekomunikasi itu untuk dimaksudkan.
Sejarah
ISDN
Sebelum terciptanya ISDN, ada juga
beberapa jaringan konvensional yang digunakan dalam masyarakat, yaitu:
Jaringan Telepon (PSTN
= Public Switched Telephone Network)
Jaringan komunikasi
data (PDN = Public Data Network)
Jaringan Telex
(PSTX)
Jaringan-jaringan konvensional ini
digabungkan menjadi jaringan digital
yang terintegrasi dengan cara mendigitalisasi jaringan konvensional tersebut,
kemudian jaringan-jaringan yang telah memenuhi konsep Integrated Digital
Network diintegrasikan sehingga pada akhirnya kita dapat mengintegrasikan semua
jaringan konvensional ini menjadi sebuah jaringan terpadu yang memiliki konsep
digital sampai ke pengguna akhir.
Melihat langkah-langkah penggabungan diatas, dapat disimpulkan bahwa IDN merupakan asal mula terciptanya ISDN. Awalnya, telepon
jaringan menggunakan kawat atau kabel untuk sarana koneksinya.
Namun pada permulaan tahun 1960-an, sistem telepon ini mulai
dikonversi dari sistem analog menggunakan kabel, ke sambungan paket sistem
digital. Asal mula munculnya ISDN pita lebar
bermula ketika pembuatan trial broadband rampung pada jaringan lokal bigfon di berlin pada tahun 1984 hingga kemudian pada tahun yang
sama penggunaaan ISDN mulai disosialisasikan ke masyarakat.
Sosialisasi ini dimulai oleh CCIT (sekarang ITU), yaitu sebuah organisasi dibawah
naungan PBB
yang menangani bidang standarisasi telekomunikasi.
Latar
Belakang ISDN
ISDN muncul menjadi sebuah sarana
telekomunikasi di tengah masyarakat akibat adanya pertumbuhan permintaan dalam
hal komunikasi suara, data, dan gambar, namun dengan biaya yang rendah dan
fleksibilitas yang tinggi. Disamping itu, perkembangan perangkat terminal CTE
memberikan kebebasan kepada pelanggan dalam memilih alat komunikasi yang
berstandarkan ISDN.
Keuntungan ISDN
1. ISDN menawarkan kecepatan dan
kualitas tinggi dalam pengiriman data, bahkan 10 kali lebih cepat
disbanding PSTN
2. Efisien. Delam satu saluran saja dapat mengirim berbagai jenis
layanan (gambar, suara, video) sehingga efisien dalam pemanfaatan waktu
3. Fleksibel. Single interface untuk terminal
bervariasi
4. Hemat biaya. Hanya membutuhan satu terminal tunggal untuk audio dan video.
Model
Jaringan
1. Model Konvensional. Pada masa
ini, masing-masing sistem jaringan terpisah, sehingga pengguna akan mengakses
ke masing-masing jaringan untuk tiap keperluan layanan yang berbeda satu dengan
yang lainnya.
2. Model awal ISDN. Pada masa ini, masing-masing jaringan merupakan subnetwork
dari ISDN yang dilengkapi dengan sebuah set saluran dan protokol
untuk mengakses ke jaringan. Pengguna terdaftar sebangai pelanggan satu
jaringan dengan tetap meminta layanan yang berbeda ke sistem yang juga masih
berbeda-beda, tetapi telah menggunakan akses yang sama. Hanya sistemnya saja
yang masih berbeda.
3. Model jaringan ISDN penuh. Pengguna bisa mengakses ke satu jaringan lewat
satu jalur akses yang sama. Sebab sistem ISDN menyediakan dan telah dapat
melayani segala jenis pelayanan yang berbeda-beda
Komponen
ISDN
Sistem ISDN terdiri dari lima buah
komponen terminal utama yang bertugas untuk menjalankan proses layanannya,
yaitu terminal Equipment, terminal Adapter, Network
Termination, Line Termination, dan Local Exchange.
Jenis Channel
ISDN menggunakan saluran pembawa dua dan satu saluran data.
Bearer Channels Saluran Pembawa
The first channel type is a 'bearer' channel or 'B' channel. Jenis saluran pertama adalah 'pembawa' saluran atau saluran 'B'.These are the channels that carry the end-user's actual data. Ini adalah saluran yang membawa data aktual akhir-pengguna.Bearer channels are always 64kbps in the US, and 56kbps elsewhere. Saluran pembawa selalu 64kbps di AS, dan 56kbps di tempat lain.
Data Channels Saluran data
To confuse things, the telcos called the second channel type the 'data' channel or 'D' channel. Untuk membingungkan hal, telcos disebut jenis saluran kedua saluran 'data' atau saluran 'D'.This
channel contains the data THEY consider important such as signalling
errors, framing and various control and managment signals. Saluran ini berisi data MEREKA anggap penting seperti sinyal kesalahan, framing dan berbagai kontrol dan sinyal manajemen.The D channel's speed is 16 kbps for a BRI, and 64 kbps for a PRI. Kecepatan kanal D 16 kbps adalah untuk BRI, dan 64 kbps untuk PRI.
Wiring dan konektor
Primer dan tarif
dasar ISDN .25 mengukur keduanya menggunakan tembaga twisted-pair kabel
telepon, namun, perusahaan TV kabel dan organisasi lain telah menggunakan
protokol ini juga melalui kabel koaksial.
Satu-satunya perbedaan antara PRI dan BRI adalah bahwa time-division
multiplexing digunakan untuk menggabungkan beberapa di BRI ke PRI membuat PRI
batang.
Beberapa Ketentuan digunakan oleh perusahaan
telekomunikasi dan ITU yang digunakan untuk menggambarkan ia menunjukkan
perangkat, antarmuka dan koneksi.
ISDN
Peralatan - Dikelompokkan berdasarkan Fungsi
Peralatan Terminal 1 (TE1)
. Ini adalah perangkat yang memahami standar sinyal ISDN.
Peralatan Terminal 2 (TE2)
Ini adalah perangkat yang TIDAK memahami standar sinyal
ISDN.
Jaringan Terminator Tipe 1 (NT1)
Ketika Anda
menghubungkan perangkat TE1 ke jaringan ISDN, Anda menggunakan sebuah NT1.
Sebuah NT1 akan menghubungkan 2-kawat TE1 perangkat ke jaringan ISDN.
Jaringan Terminator Tipe 2 (NT2)
Perangkat menggunakan 4 kabel kawat harus menggunakan NT2
untuk mengubah konektor kabel 4 ke konektor kawat 2 yang dapat secara fisik
terhubung ke jaringan ISDN melalui sebuah NT1.
Terminal Adaptor (TA)
Sebuah adaptor terminal ISDN memungkinkan perangkat non
(sebuah perangkat yang merupakan TE2) untuk berkomunikasi dengan jaringan ISDN
melalui sebuah NT1. Hal ini biasanya diperlukan di mana perangkat menggunakan
sistem non-polar sinyal listrik. Sinyal listrik ISDN adalah bipolar, sehingga
diperlukan sebuah konverter.
Pemutusan Lokal (LT)
Ini merupakan NT1 di sisi ISP koneksi.
Bursa Termination (ET)
Ini adalah hubungan antara mil terakhir pelanggan (local
loop) koneksi dan jaringan ISDN penyedia layanan. Biasanya, ini adalah kartu
baris dalam switch ISDN di kantor pertukaran lokal penyedia.
ISDN
Referensi Poin
R
Ini adalah referensi menunjuk titik koneksi antarmuka
hubungan antara Terminal Adaptor ISDN dan perangkat non-ISDN. Ada benar-benar
tidak ada standar untuk titik referensi sebagai titik acuan ini ditunjuk untuk
perangkat yang memungkinkan perangkat non-ISDN untuk berkomunikasi dengan
perangkat ISDN. Jelas ada banyak cara eksklusif untuk melakukan hal ini, tidak
ada yang merupakan bagian dari standar apapun.
S/T
Ini adalah referensi yang menunjuk titik koneksi antarmuka
koneksi antara perangkat yang mampu ISDN dan Terminator Jaringan 1. Titik acuan
'S' itu untuk terminal pengguna yang terhubung ke jaringan ISDN. Titik acuan
'T' mendefinisikan hubungan antara NT1 dan NT2 perangkat. Sebuah titik
referensi S / T menggabungkan fungsi dari S dan titik referensi T. S / T diatur
oleh spesifikasi I.430 ITU.
U
Ini adalah referensi menunjuk titik koneksi antarmuka
hubungan antara NT1 ISDN dan layanan ISDN yang disajikan oleh switch ISDN.
V
Ini adalah referensi koneksi point antara peralatan
terminasi baris dan peralatan terminasi pertukaran.
Signalling
Skema sinyal yang digunakan pada
ISDN disebut '2 biner, 1 kuarter'atau 2BIQ . Skema sinyal memungkinkan dua kali lebih
banyak bit untuk ditransmisikan dalam waktu yang sama-slice sebagai garis suara
normal digital. Hal ini dicapai dengan memungkinkan jangkauan yang lebih luas
menyatakan tegangan daripada yang digunakan pada saluran suara biasa. Access
Link Protokol D-saluran atau LAPD protokol (CCITT alias Q.920/921) berjalan di
atas 2B1Q dan menyediakan banyak 'kecerdasan' ISDN untuk transfer data yang
dapat diandalkan. LAPD berjalan dalam Mode Asynchronous Seimbang (ABM) sehingga
kedua ujung koneksi dapat melakukan call setup dan teardown, saluran pembawa
pengawasan, pemulihan kesalahan dan transmisi data. LAPD juga diperlukan untuk
menjalankan lebih dari Frame Relay ISDN.
LAPD
T1 berbasis PRI menggunakan B8ZS
untuk encoding, ESF untuk framing bit dengan 2B1Q sinyal digital sebagai data
sampel masukan awal. Ini berbeda dari jalur suara, yang menggunakan data PCM
dikodekan.
E1 berdasarkan PRI menggunakan HDB3
(kerapatan rangka bipolar tinggi 3); CRC 4 untuk membingkai
Link
Access Procedure, Data (LAPD)
Link Access Procedure, Data atau
LAPD adalah protokol yang digunakan untuk mentransfer data pada sebuah sirkuit
ISDN. LAPD digunakan pada saluran D ISDN PRI atau interface BRI.
flag, address, control, information,
CRC, flag
Flag
Nilai biner 01111110 - sinyal awal dari frame.
Address
layanan akses jalur
identifier (SAPI); perintah-respon; Alamat extension0; Terminal Identifer
Endpoint
Control
Sinyal kontrol panggilan nilai-nilai (11 dari mereka)
Informasi
Ini adalah payload dari frame LAPD, tetapi berisi Q.931
data, bidang informasi, Protokol Diskriminator, Panjang nilai panggilan
referensi, Panggil nilai referensi, jenis pesan, elemen informasi wajib dan
opsional
CRC check
Ini adalah cek data menggunakan CRC memeriksa untuk
memungkinkan untuk koreksi kesalahan dan pemulihan data pada saat diterima.
Flag
011111110 - sinyal akhir dari frame.
ISDN
Terkait Standar
Standar ITU
ITU Q.921
ITU Q.931
SPID - Layanan Profil Identifer -
terdiri dari: Awalan, nomor direktori, akhiran. Sebuah SPID kadang-kadang
diperlukan untuk menggunakan ISDN dengan penyedia layanan tertentu. Hal ini
didasarkan pada jenis switch ISDN digunakan.
Pengaturan
panggilan
SETUP
CALL PROCEEDING
ALERTING
CONNECT
CONNECT ACK
Call
Teardown
DISCONNECT
RELEASE
RELEASE COMPLETE
Pelayanan ISDN
ISDN menyediakan dua jenis layanan, Primer Rate Interface (PRI) dan Rate Interface Dasar (BRI).These
speed and number of channels for these two types of service vary
depending upon whether you are in the United States or are elsewhere.
Ini kecepatan dan jumlah saluran untuk kedua jenis layanan bervariasi
tergantung pada apakah Anda berada di Amerika Serikat atau di tempat
lain.
Primary Rate Interface Primer Rate Interface
In the US, a PRI consists of 23, 64kbps 'B' channels and one 64kbps 'D' channel for a total of 1.544 Mbps. Di AS, PRI terdiri dari 23, saluran 64kbps 'B' dan 'D' satu saluran 64kbps untuk total 1,544 Mbps.Elsewhere in the world a PRI consists of 30 'B' channels running at 56kbps and one 'D' channel also running at 64kbps. Tempat lain di dunia PRI terdiri dari 30 saluran 'B' yang berjalan pada 56kbps dan satu saluran 'D' juga berjalan pada 64kbps.The
reason for this difference is that overseas systems use a 7-bit word (7
bits x 8000 sample rate = 56,000 bps) and no echo cancellation.
Alasan untuk perbedaan ini adalah bahwa sistem luar negeri menggunakan
kata 7-bit (7 bit x 8000 = 56.000 sample rate bps) dan tidak ada
pembatalan gema.The US uses an 8-bit word (8 bits x 8,000 sample/second rate = 64,000 bps) with echo cancellation in the voice network. AS menggunakan kata 8-bit (8 bit x 8.000 sampel / tingkat kedua = 64.000 bps) dengan pembatalan gema pada jaringan suara.
Basic Rate Interface Tingkat Dasar Antarmuka
BRI's consist of two bearer channels and one data channel. Di BRI terdiri dari dua saluran pembawa dan satu saluran data.The
Bearer channels are either (US) 64 or 56 kbps (elsewhere) and the data
channel is 16 kbps, providing up to 144 kbps of data transmitted and
128 kbps of usable user data. Saluran Pembawa baik (AS) 64 atau
56 kbps (tempat lain) dan saluran data adalah 16 kbps, menyediakan
hingga 144 kbps data yang ditransmisikan dan 128 kbps data pengguna
dapat digunakan.
Ada beberapa fitur layanan utama
yang ditawarkan oleh sistem ISDN. Yaitu:
Bearer Service. Bearer Service merupakan
layanan awal dan dasar yang diperuntukkan bagi pengguna yang baru
bergabung dengan jaringan ISDN. Pengguna baru akan mendapatkan layanan
dasar ini begitu mendaftar sebagai pelanggan ISDN. Bearer Service menyediakan
layanan transfer mode,transfer rate, dan transfer
capability. Layanan ini menunjukkan dan menjelaskan karakteristik
jaringan transmisi yang ditawarkan oleh operator penyedia jaringan antara
terminal pengguna dan jaringan.
TeleService TeleService adalah layanan yang pada dasaranya telah diberikan dari
awal oleh jaringan ISDN, namununtuk menggunakannya harus didukung dari
peralatan atau terminal pengguna. Jika pengguna masih menggunakan peralatan
standar, maka layanan TeleService ini tidak dapat digunakan.
Supplementary Service Supplementary Service adalah layanan tambahan yang disediakan oleh
jaringan ISDN ke pengguna, namun dalam mengaksesnya, pengguna dibebankan biaya
tambahan ketika mengaktifkan layanan ini. Supplementary Service
digunakan bersama dengan layanan dasar jaringan ISDN.
Aplikasi yang didukung oleh ISDN
Teledisk
PC workgroup
Inter LAN
HiQ fax
video confrence
remote security control
bank account line
teledoctor
wide voice
back up line
Broadcast-ISDN
Akses Broadcast-ISDN muncul akibat
dari usaha jerman
melengkapi perumahan dan perkantoran. Ada dua
cara untuk memperbesar kapasitas pengiriman data lewat ISDN.
SDH,
yaitu alat untuk beban 150 Mbps dengan pelayanan yang berbeda dari laju
data yang bervariasi
ATM,
yaitu pengembangan penyambungan paket yang memakai ukuran paket yang sama
yang diesebut dengan istilah sel
Pelayanan Broadcast ISDN hampir
mirip dengan pelayanan ISDN, yaitu mempunyai:.
Bearer Service,
yaitu pemberian kanal informasi melalui pita lebar tertentu
TeleService,
yaitu pengembangan dari jenis layanan yang pertama, yang bertumpu pada
kemampuan switch dan CPF. TeleService dibagi
menjadi dua kelompok besar yaitu Pelayanan Interaktif (mencakup Conversational,
Message, dan Retrieval Service), dan Pelayanan
Distributif (mencakup distribusi dengan kemampuan kontrol penerimaan
dan tanpa kemampuan kontrol penerimaan)
ISDN di
Indonesia
Aplikasi layanan ISDN di Indonesia
disediakan oleh PT.Telkom. ISDN merupakan hasil evolusi dari PSTN. Proses evolusi ini
dilakukan dengan pelayanan berbasis PSTN, kemudian berubah ke pelayanan SMDS, sampai akhirnya pelayanan ISDN dan Broadcast-ISDN.
Layanan
ISDN di Indonesia
Direct Dialling In.
teleponyang tersambung ke jaringan PSTN/ISDN dapat secara langsung
memanggil pesawat cabang STLO.
Call Diversion.
Pelanggan yang tidak dapat menerima panggilan dapat mengalihkan
panggilannya ke nomor lain atau ke layanan penjawab (answering service)
Do Not Disturb.
Pelanggan yang memang sengaja tidak ingin menerima panggilan untuk suatu
periode waktu tertentu dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain.
PBX Line Hunting Service. Seleksi otomatis dari suatu bundel saluran yang
melayani pelanggan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut.
Three Party Service.
Pelanggan yang sedang melakukan percakapan telepon dapat menahan
percakapannya dan melakukan panggilan dengan pihak ketiga.
Freephone.
Sebuah nomor khusus dapat dialokasikan kepada pelanggan dan beban atas
setiap panggilan yang dilakukan kepada nomor ini biayanya dibebankan
kepada pelanggan, bukan kepada pihak yang memanggil.
Speed Dialling.
Pelanggan dapat melakukan panggilan hanya dengan memutar suatu kode
singkat atas sebuah nomor tertentu yang sudah diset dan tidak perlu
memutar seluruh nomor lengkap.
Call Waiting.
Pelanggan yang sedang melakukan percakapan diberikan tanda bahwa ada
panggilan masuk lainnya.
Centrex Service.
Layanan ini umunya hanya terdpat pada PABX
dengan menggunakan sentral telepon PSTN/IDN yang diperlengkap secara
khusus.
Malicious Call Identification. Pelanggan dapat meminta identifikasi panggilan
yang diterimanya.
2. TELEPON
Telepon
merupakan salah satu alat komunikasi yang mampu menerima dan mengirimkan suara
melalui arus listrik yang diberikan oleh central office. Central
office sendiri merupakan pusat layanan komunikasi yang membentuk suatu
jaringan telepon sehingga memungkinkan adanya proses komunikasi menggunakan
telepon.
Jaringan Telepon
Sejarah
perkembangan jaringan telepon
Sebelum ditemukannya telepon,
manusia sudah mengenal surat dan telegraf. Lamanya proses yang dibutuhkan untuk
mengirim surat menyebabkan sebagian besar orang beralih pada telegraf yang menyebabkan kantor-kantor telegraf
sangat sibuk pada pertengahan tahun 1800-an. Telegraf dapat mengirimkan pesan
dalam bentuk titik dan garis yang dikenal sebagai kode morse dengan menggunakan listrik. Oleh sebab
itu, penyampaian pesan bisa berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan surat.
Sejak adanya percobaan mengenai bunyi, listrik, dan telegraf, sangat banyak peneliti
yang berusaha mencari cara untuk menyempurnakan cara orang berkomunikasi. Salah
satu dari peneliti tersebut adalah alexander graham bell.
Bell adalah seorang guru yang pada tahun 1865
memulai percobaannya dengan mengukur tinggi-rendah nada
dan getaran bunyi.
Percobaan ini mendorongnya pada suatu hal baru, yaitu penelitian tentang bunyi,
khususnya penelitian tentang bisa atau tidaknya bunyi dikirim secara elektronik melalui kawat telegraf.
Awalnya Bell merancang suatu
alat yang dinamakan telegraf harmonis, namun penelitiannya tentang gelombang bunyi yang merambat
melalui telinga, manusia memunculkan gagasan baru untuk
membuat telepon. Pada awal tahun 1875, Bell melanjutkan
penelitiannya dengan dibantu oleh asistennya yang bernama Thomas Watson. Pada
tanggal 7 maret 1876
Bell mengajukan hak paten|paten atas alat ciptaannya yang mampu
mengantarkan bunyi tertentu. Beberapa bulan setelah Bell berhasil dengan
telepon buatannya, ia kemudian memperkenalkan telepon pada orang banyak. Uji
coba jarak jauh pertama kalinya dilakukan Bell dan Watson pada tahun 1876
yang mampu melintasi jarak 8 mil. Sejak dibentuknya bell telephone company, telepon semakin disempurnakan dan
jaringannya diperluas. Pada tahun 1915 Bell melakukan
telepon lintas benua pertamanya dari new york ke san fransisco, lalu pada tahun 1956
kawat telepon internasional pertama dipasang melintasi samudra atlantik dan pada tahun itu juga satelit telepon pertama diluncurkan ke ruang angkasa. Sejak saat itu jaringan telepon
pun dapat dinikmati antar samudra dan benua yang lebih luas.
Penyebaran
jaringan telepon di Indonesia
Sebelum adanya telepon di Indonesia,
pemanfaatan telekomunikasi dilakukan dengan telegraf. Pemanfaatan telegraf ini
dimulai sejak saluran telegraf pertama dibuka pada tanggal 23 Oktober
1855 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Sejak hadirnya telegraf elektromagnetik
yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor), jasa telegraf
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas di 28 kantor telegraf. Selain itu,kabel
laut juga telah terpasang antara Jakarta dan Singapura, kemudian juga dari Jawa
(Banyuwangi) ke Australia (Darwin). Beberapa tahun setelah penggunaan telegraf,
muncullah jaringan telepon lokal di Indonesia dan menyebar secara cepat pada
sebagian besar wilayah Indonesia.
Tahun
1882-1884
Pada tanggal 16 Oktober 1882
jaringan telepon lokal pertama sekali digunakan di Indonesia yang
diselenggarakan oleh pihak swasta yang mendapat izin konsesi selama 25 tahun.
Jaringan telepon yang pertama ini menghubungkan Gambir dan Tanjung Priok
(Batavia). Selanjutnya, pada tahun 1884 jaringan telepon dibangun di
Semarang dan Surabaya. Khusus untuk hubungan telepon interlokal, perusahaan
Intercommunaal Telefoon Maatschappij memperoleh konsesi selama dua puluh lima
tahun untuk hubungan Batavia-Semarang, selanjutnya Batavia-Surabaya, disusul
Batavia-Bogor dan kemudian Bandung-Sukabumi. Dalam pengembangan jaringan
telepon ternyata perusahaan-perusahaan telepon itu hanya membuka hubungan
telepon di kota-kota besar yang mendatangkan untung saja sehingga penyebaran
jaringan telepon tidak merata.
Tahun
1906
Setelah jangka waktu konsesi
berakhir, semua perusahaan jaringan telepon diambil alih dan dikelola oleh
Pemerintah Hindia Belanda melalui pembentukan Post, Telegraaf en Telefoon
Dienst, kecuali jaringan telepon Perusahaan Kereta Api Deli (Deli Spoor
Maatschappij, DSM). Sejak saat itu pelayanan jasa telekomunikasi dikelola oleh
pemerintah secara monopoli.
Tahun
1967
Perusahaan telekomunikasi selesai
dengan pembangunan jaringan telekomunikasi Nusantara yang meliputi proyek gelombang mikro lintas Sumatera, gelombang mikro
Indonesia Timur yang menghubungkan Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi dan
Kalimantan. Jaringan telepon itu semula menggunakan sistem baterai lokal dan kawat tunggal yang terpasang di
atas permukaan tanah sehingga sering mengalami gangguan. Pembaharuan dan
modernisasi kemudian dilaksanakan, pemasangan kabel jarak jauh diterapkan di
bawah permukaan tanah, kawat tunggal diganti dengan kawat
sepasang dan menggunakan sistem baterai sentral.
Tahun
1976
Pada tanggal 9 Juli 1976
Indonesia memulai babak baru bidang telekomunikasinya yang ditandai dengan
peluncuran satelit palapa A-1
berjenis HS-333 dari cape canaveral.
Satelit ini memungkinkan jaringan telepon Indonesia semakin luas cakupannya,
hingga mencapai luar negara. Sejak saat ini pertumbuhan jaringan telepon
semakin pesat dan canggih karena didukung teknologi satelit. Semakin banyak
pula fasilitas yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia.
Tahun
2009
Sejauh ini tercatat sebanyak 31.000
desa di sejumlah daerah Indonesia belum memiliki jaringan telepon. Pemerintah
Indonesia sedang berupaya membangun jaringan di desa-desa tersebut agar
masyarakatnya juga dapat menikmati fasilitas telepon dan internet.
Perusahaan penyedia jaringan telepon
Perusahaan penyedia jaringan telepon
di Indonesia pada awalnya hanya Perusahaan Negara Telekomunikasi yang merupakan
BUMN dan pecahan dari Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi. PN
Telekomunikasi kemudian berubah menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi
(Perumtel) pada tahun 1974 dan berfungsi dalam menyediakan jasa
telekomunikasi nasional maupun internasional. Lalu pada tahun 1980 seluruh
saham PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) diambil alih oleh
pemerintah RI menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyelenggarakan
jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel.
Pada tahun 1991 Perumtel
berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia. Dalam kurun waktu yang cukup panjang PT. Telkom
memonopoli jaringan telepon tetap di Indonesia setelah indosat dijual pada perusahaan swasta milik
Singapura, lalu tahun 2002 duopoli penyelenggarakan telekomunikasi lokal
dimulai. Pasar bebas telekomunikasi memberi jalan bagi perusahaan-perusahaan
lainnya ikut berkembang. Tiga dari perusahaan penyedia jaringan telepon
tetap adalah Telkomsel, Indosat, dan BatamBintan. Perusahaan yang paling banyak
muncul sampai saat ini adalah perusahaan dalam bidang telekomunikasi seluler.
Mulai dari Telkomsel, Indosat, dan lain sebagainya. Berikut tabel
yang memberikan data operator atau perusahaan penyedia jaringan telepon dan
jenis jaringan yang disediakan.
Beberapa hal yang mendukung
perkembangan jaringan telepon di Indonesia saat ini adalah :
Adanya tenaga yang lebih ahli dan terampil dalam
membangun jaringan
Undang-undang yang ditetapkan pemerintah memberikan
kebebasan dalam mengembangkan industri komunikasi seperti telepon
Luasnya wilayah Indonesia dan semakin menyebarnya
penduduk yang membutuhkan jaringan komunikasi seperti telepon
Angka kebutuhan masyarakat akan jaringan telepon
semakin meningkat karena fasilitas ini sangat membantu dan mudah digunakan
Tantangan
Tantangan yang dimaksudkan disini
adalah hambatan-hambatan dalam proses perkembangan dan penyebaran jaringan
telepon di Indonesia. Beberapa hambatan tersebut adalah :
Keterbatasan dana yang disediakan pemerintah dan
perusahaan penyedia jaringan telepon
Sulit menjangkau daerah-daerah tertentu, misalnya
daerah pedalaman yang masih kekurangan listrik
Waktu yang dibutuhkan cukup panjang
Pengguna jaringan telepon tetap banyak yang beralih ke
telepon seluler karena dianggap lebih praktis dan bisa dibawa kemana saja.
Jaringan generasi baru
Next-generation networks (NGN) mengubah pendekatan “satu jaringan, satu
layanan” menjadi pengiriman berbagai layanan melalui satu jaringan. Didasarkan
pada sistem internet protocol (IP), NGN dibangun pada pengembangan
jaringan broadband,
Voice over IP (VoIP), konvergensi fixed-mobile dan IP televisi (IPTV).
Jaringan generasi baru ini menggunakan sejumlah teknologi seperti nirkabel dan
mobile, serat dan kabel, atau dengan pembaharuan jalur tembaga yang ada. Negara
yang telah mengadopsi teknologi ini adalah negara-negara maju. Negara
berkembang dapat mengadopsi teknologi NGN ini dengan menggunakan akses
broadband nirkabel sehingga membuat pembangunan teknologi informasi dan
komunikasi (ICT) dapat menghilangkan hambatan untuk berinovasi dan
berinvestasi. Dalam perkembangan teknologi NGN, ada dua teknologi yang berperan
pada jaringan berbasis transmisi optik, yaitu SDH dan DWDM. Kemampuan mengirimkan bandwidth
pada SDH mencapai STM-64 (10 Gbps), sedangkan pada DWDM adalah n x 2,5 Gbps
atau n x 10 Gbps (n adalah jumlah panjang gelombang). Resiko dari besarnya
kapasitas kedua teknologi ini adalah hilangnya informasi yang cukup besar saat
terjadinya kegagalan dalam pengiriman jaringan. Sistem proteksi yang umum
digunakan dalam NGN adalah proteksi perangkat, proteksi link, proteksi
berdasarkan topologi, dan proteksi kanal optik (DWDM). Pada sistem proteksi
perangkat, sinyal dari jalur kanal proteksi akan dibuang dan dialihkan ke kanal
kerja jika sinyal yang diterima dari jalur ujung pengiriman sudah bekerja secara
benar. Pada sistem proteksi link, link fisik yang digunakan menjadi pokok
pengolahan proteksi. Namun, proteksi yang digunakan dalam NGN sangat bergantung
pada kebutuhan jaringan itu sendiri. Keseluruhan tipe proteksi tersebut tidak
ada yang memenuhi semua kebutuhan proteksi NGN.
3. FACSIMILE
Faksimile atau biasa dikenal dengan faks, berasal dari kata
'fac simile' (make similar) dalam bahasa latin, yang artinya membuat
salinan yang sama dengan aslinya. Dalam bidang yang lain, mesin faks juga dapat
disebut telecopier. Mesin faks adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan
dokumen dengan menggunakan suatu perangkat yang mampu beroperasi melalui jaringan telepon dengan hasil yang serupa dengan
aslinya.
Sedangkan Menurut A.G.
Pringgodigdo, mesin faks adalah sistem transmisi tanpa kawat untuk gambar-gambar
dan grafik-grafik dengan cara mengatur sinar cahaya dan foto elektrik sel
serta mengubah bagian gelap dan terang dari suatu bahan sehingga dapat
dipancarkan dalam suara, lalu pesawat penerima akan mengubahnya kembali seperti
aslinya kepada kertas yang telah diolah secara ilmiah. Selain mengirimkan
dokumen, mesin faks juga mampu menghantarkan citra foto dengan fasilitas half
tone. Mesin faks biasanya terdiri dari modem, mesin foto kopi, alat pemindai gambar, dan alat pencetak data (printer).
Kemampuan
Ada beberapa indikator yang
berbeda dalam mengukur kemampuan mesin faks yaitu melalui grup (group),
kelas (class), kecepatan transmisi data (data transmission rate),
dan kesesuaian dengan rekomendasi ITU-T. mesin faks biasanya menggunakan
standar sambungan PSTN dan nomor telepon. Alasan utama kesuksesan mesin faks
adalah bahwa setiap negara di dunia menggunakan standar yang sama, yaitu grup
3. Para ahli percaya bahwa grup 3 berpotensi untuk terus mengalami kemajuan
dan perbaikan di masa yang akan datang. Mesin grup 4, yang bekerja empat kali
lebih cepat, telah tersedia tetapi hanya dapat bekerja pada sistem pertukaran
dalam telepon digital.
Penggolongan transmisi
Mesin faks senantiasa mengalami
perkembangan, terutama dalam hal perbaikan kecepatan transmisinya. Hal ini
terjadi karena semakin besar kecepatan transmisi, semakin cepat pula dokumen
dapat terkirimkan. Penetapan transmisi tersebut dilakukan oleh badan pengawas
standar peralatan mesin faks atau ITU-T. tingkat produksi mesin faks
berdasarkan penggolongan durasi waktu transmisinya yaitu:
Golongan I (G1) : waktu transmisi 6 menit
Golongan II (G2) : waktu transmisi 3 menit
Golongan III(G3) : waktu transmisi kurang dari 1 menit
Golongan IV (G4) : waktu transmisi 10 detik
Pemilihan
mode
Dalam mengirimkan suatu dokumen,
mesin faks menyediakan tiga pilihan mode, yaitu:
Mode standard.
Mode ini merupakan cara tercepat dalam mengirim dokumen yang juga berarti
lebih hemat pulsa. Tetapi kualitas hasil pengirimannya kadang-kadang
kurang baik. Terlebih jika dokumen tersebut bukan asli atau hasil foto
kopi.
Mode fine.
Dalam mode ini resolusi hasil pengiriman lebih baik tetapi membutuhkan
waktu transmisi yang lebih lama pula.
Mode superfine.
Mode ini mampu menghasilkan hasil kiriman paling baik di antara kedua mode
sebelumnya, yang akan sangat berguna untuk pengiriman dokumen yang sangat
penting. Tetapi waktu yang dibutuhkan dalam pengiriman juga jauh lebih
lambat.
4. FIBER OPTIK
Fiber optik
adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter
sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik
dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan
digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak
yang sangat jauh.
Bagian-bagian fiber optik
Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.
Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core).
Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan. Jenis Fiber Optik 1. Single-mode fibers Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9
micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang
gelombang 1300-1550 nanometer) 2. Multi-mode fibers Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau
62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang
gelombang 850-1300 nanometer) Cara Kerja Fiber Optik Sinar
dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari
cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena
cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi
dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi,
ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang
sinyal. Keuntungan Fiber Optik Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
Kapasitas lebih besar.
Sinyal degradasi lebih kecil.
Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
Fleksibel.
Sinyal digital. Bagaimana Fiber Optik Dibuat Making a preform glass cylinder Proses ini disebut modified chemical vapor deposition (MCVD).
Silikon dan germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2 dan GeO2.
SiO2 dan GeO2 menyatu dan membentuk kaca.
Proses ini dilakukan secara otomatis dan membutuhkan waktu beberapa jam. Drawing the fiber from the preform Setelah proses pertama selesai preform dimasukkan kedalam fiber drawing tower.
Kemudian dipanaskan 1900-2200 derajat celcius sampai meleleh.
Lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer sehingga preform membentuk benang.
Dilakukan proses coating dan UV Curing. Testing the Finished Optical Fiber Tensile strength: harus mampu menahan 100.000 lb/inch2 atau lebih.
Refractive index profile : menghitung layar untuk pemantulan optik.
Fiber geometry : diameter Core, dimensi cladding, diameter cloating adalah seragam.
Attenuation : menghitung kekuatan sinyal dari berbagai panjang gelombang dan jarak.
Information carrying capacity : bandwith
Chromatic dispersion : penyebaran berbagai panjang gelombang sinar melalui core.
Operating temperature Kabel Optik Yang Sering Digunakan Distribution Cable Indoor/Outdoor Tight Buffer Indoor/Outdoor Breakout Cable Aerial Cable/Self-Supporting Hybrid & Composite Cable Armored Cable Low Smoke Zero Halogen (LSZH)
5. LEASED LINE
Pengertian Leased line
Leased Line adalah Saluran telepon atau kabel fiber optik yang disewa
untuk penggunaan selama 24 jam sehari untuk menghubungkan satu lokasi
ke lokasi lainnya. Internet berkecepatan tinggi biasanya menggunakan
saluran ini.
Leased line adalah saluran koneksi telepon permanen antara dua titik yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi publik.
Umumnya, leased line digunakan ketika terdapat kebutuhan komunikasi data jarak jauh yang harus dilakukan secara terus-menerus.
Leased
line memiliki beberapa tingkatan tarif yang bergantung kepada lebar
jalur data (Bandwidth) yang mampu dikirimkan melalui leased line
tersebut. Jaringan Leased line menghubungkan
dua lokasi untuk layanan telekomunikasi suara dan data. Leased line
sebenarnya sirkit khusus antara dua titik. Leased line dapat menjangkau
pendek atau panjang nya jarak antara dua tempat. Leased line/leased
circuit disebut juga dedicated line atau private line karena sifatnya
khusus menghubungkan dua titik.
Leased Channel atau Jaringan
Sewa adalah penyediaan jaringan transmisi teresterial unmanaged untuk
komunikasi elektronik yang menghubungkan 2 (dua) titik terminasi antar
point of presence (POP) secara permanen untuk digunakan secara
eksklusif dengan kapasitas kanal transmisi yang simetris.
Leased
line lebih sering digunakan untuk disewakan kepada perusahaan untuk
menghubungkan kantor cabang di setiap kota, karena jalur leased line
memiliki bandwidth terjamin untuk trafik jaringan. Sehingga umumnya
disebut T1 leased line dan memberikan kecepatan data simetris. Ketika
penyedia jaringan bandwidth dedicated untuk private line dihubungkan
pada jaringan, pelangan membayar biaya setiap bulan bergantung pada
jarak lintasan dan pesanan kecepatan data.
Sebuah leased line
menghubungkan dua lokasi untuk suara pribadi dan / atau layanan data
telekomunikasi. Tidak kabel khusus, sebuah leased line sebenarnya
adalah sebuah sirkuit reserved antara dua titik. Leased line dapat
jarak bentang pendek atau panjang. Mereka mempertahankan suatu
rangkaian terbuka tunggal pada setiap saat, sebagai lawan dari layanan
telepon tradisional yang menggunakan kembali baris yang sama untuk
percakapan yang berbeda melalui proses yang disebut "switching."
Leased
line paling sering disewa oleh perusahaan dapat terhubung kantor
cabang, karena garis-garis ini menjamin bandwidth untuk lalu lintas
jaringan.
Sebuah leased line juga kadang-kadang disebut sebagai
dedicated line. Mereka dapat digunakan untuk telepon, data, atau
layanan Internet. Seringkali bisnis akan menggunakan leased line untuk
menghubungkan ke kantor geografis jauh karena jaminan bandwidth untuk
lalu lintas jaringan. Sebagai contoh, bank mungkin menggunakan leased
line untuk mudah mentransfer informasi keuangan dari satu kantor yang
lain. Sebuah leased line dapat bentang jarak panjang atau pendek dan
umumnya pelanggan membayar tarif bulanan flat untuk layanan tergantung
pada jarak antara dua titik.
Kecepatan koneksi dapat berkisar
dari 64 kbps (kilobit per detik) menjadi 45 mbps (megabit per detik)
dan bandwidth yang diperlukan ditentukan oleh jumlah data yang akan
dikirim dan diterima.
SKEMA
6. WIRELESS
PENGERTIAN JARINGAN NIRKABEL (wireless)i
Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari
komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna
untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk
teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya
digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer,
komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi
nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak
bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu
para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang
di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna
dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan
sinkronisasi dengan PDA-nya.
Standarisasi Untuk menekan biaya, memastikan
interoperabilitas dan mempromosikan adopsi yang luas terhadap teknologi
nirkabel ini, maka organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics
Engineers (IEEE), Internet Engineering Task Force (IETF), Wireless Ethernet
Compatibility Alliance (WECA) dan International Telecommunication Union (ITU) telah
berpartisipasi dalam berbagai macam upaya-upaya standarisasi. Sebagai contoh,
kelompok kerja IEEE telah mendefinisikan bagaimana suatu informasi ditransfer
dari satu peranti ke peranti lainnya (dengan menggunakan frekuensi radio atau
infrared misalnya) dan bagaimana dan kapan suatu media transmisi sebaiknya
digunakan untuk keperluan komunikasi. Ketika membangun standarisasi untuk
jaringan nirkabel, organisasi seperti IEEE telah mengatasi pula masalah power
management, bandwidth, security dan berbagai masalah unik yang ada pada dunia
jaringan nirkabel.
Tipe dari Jaringan Nirkabel
Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat
diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarkan pada jarak
dimana data dapat ditransmisikan.
*Wireless Wide Area Networks (WWANs)
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui
jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah
yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena
atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa
telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second
generation). Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for
Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code
Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi
dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan segera menjadi standar
global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU juga secara aktif dalam
mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.
*Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara
beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang
berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa
dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal.
Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang
berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi
mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya infrared untuk
mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband, yang memberikan
pengguna dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati
saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel
multipoint distribution service (MMDS) dan local multipoint distribution
services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk
standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi
teknologi-teknologi tersebut.
* Wireless Local Area Networks (WLANs)
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam
suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor,
gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat
digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak
diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang
sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda
dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam
infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau
eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai
bridge antara stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam
lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam
area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan
sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke
sumber daya jaringan.Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk
WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits
per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang
dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui
frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a,
yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps
melalui frekuensi 5 GHz.
* Wireless Personal Area Networks
(WPANs)
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad
hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa
digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS).
Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak
sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth
dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang
menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak
sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat ditransmisikan melewati tembok, saku
ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama
Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi
Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya, untuk
menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user
bisa menggunakan cahaya infra merah.Untuk menstandarisasi pembangunan dari
teknologi WPAN, IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok
kerja ini membuat standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi Bluetooth versi
1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas,
konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan
jaringan 802.11.